4 Macam Warna Sperma dan Artinya Bagi Kesehatan Pria

Ketika ejakulasi terjadi, sperma akan keluar melalui penis dengan cairan pekat yang disebut sperma. Sperma yang mengandung spermatozoa sehat umumnya memiliki warna putih atau abu-abu terang dengan konsistensi yang agak tebal. Namun, tahukah Anda bahwa warna semen juga bisa berubah karena kondisi tertentu?

4 Macam Warna Sperma dan Artinya Bagi Kesehatan Pria

Berikut adalah berbagai warna pada sperma dan artinya bagi kesehatan:

Jerni, putih atau abu-abu

Putih sperma, abu-abu atau terang tanpa warna menunjukkan kondisi sperma yang sehat. Semen dengan fitur seperti ini biasanya juga memiliki tekstur tebal yang menunjukkan jumlah sel sperma.

Namun, beberapa orang mungkin menetes sperma meskipun warnanya normal. Sperma yang diencerkan umumnya disebabkan oleh sejumlah kecil spermatozoa, ejakulasi yang sering, kurangnya asupan seng atau sperma yang keluar adalah cairan prejakulasi.

Kuning atau kehijauan

Sperma kuning atau kehijauan menunjukkan berbagai kondisi yang berkaitan dengan kesehatan sperma. Secara umum, warna kuning atau kehijauan disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

Model makanan
Makanan yang mengandung pewarna, makanan yang kaya akan sulfur seperti bawang putih dan alkohol dapat mengubah warna biji menjadi kuning.

Sperma dicampur dengan urin
Sperma dan urin meninggalkan saluran yang sama, uretra. Urin yang tersisa di uretra dapat bercampur dengan sperma dan berubah warna menjadi kuning.

Penyakit kuning (kekuningan)
Kondisi ini terjadi karena akumulasi bilirubin di dalam tubuh. Bilirubin adalah pigmen yang diproduksi oleh pecahnya sel darah merah di hati. Kuning juga dapat muncul pada bagian putih mata dan kulit.

Leukositospermia
Terlalu banyak sel darah putih dalam biji dapat merusak sperma dan mengubah warna biji menjadi kuning. Penyebabnya bisa berasal dari infeksi prostat, penyakit menular seksual atau penyakit autoimun.

Infeksi prostat
Bakteri di saluran kemih dapat pindah ke kelenjar prostat dan menyebabkan infeksi. Penyakit ini juga ditandai dengan kesulitan buang air kecil, sakit saat buang air kecil dan ejakulasi, serta demam dan kedinginan.

Merah muda, merah, oranye atau coklat

Warna merah atau merah yang mudah pada biji menunjukkan darah segar. Sementara itu, warna oranye dan coklat berasal dari darah yang telah lama dicampur dengan sperma. Warna darah menjadi gelap setelah terpapar oksigen.

urin berdarah
Kondisi ini juga dikenal sebagai hematospermia dan disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

Penyakit menular seksual
Penyakit menular seksual dapat berupa herpes, klamidia, sifilis dan gonore. Penyakit ini juga memiliki gejala berupa rasa sakit saat buang air kecil, ruam dan gatal pada penis, nyeri testis dan keluarnya cairan kekuningan dari penis.

Infeksi prostat
Tanpa perawatan yang tepat, infeksi pada kelenjar prostat dapat memburuk dan membuat sperma bercampur darah.

Operasi prostat
Prosedur bedah akan merusak jaringan di sekitarnya. Darah yang keluar dari luka dapat diangkut ke uretra dan dikeluarkan bersama benih.

Masturbasi berlebihan atau hubungan seksual yang kasar
Kebiasaan ini bisa memicu keluarnya darah sehingga bijinya kemerahan.

Karsinoma prostat, testis atau uretra
Warna merah sperma bisa menjadi gejala kanker prostat, testis atau uretra. Pasien umumnya juga mengalami rasa sakit di testis, skrotum, perut dan punggung bawah serta di area organ seksual.

Hitam

Warna hitam pada benih biasanya juga berasal dari darah. Namun, darah telah ada dalam tubuh untuk waktu yang lama dan telah terpapar oksigen sehingga warnanya gelap. Selain itu, semen hitam juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

  • Paparan logam berat seperti timah, nikel dan mangan. Logam berat dapat berasal dari makanan, air, atau lingkungan yang terkontaminasi.
  • Cedera sumsum tulang belakang, sehingga mengganggu fungsi vesikula seminalis. Vesikula seminalis adalah kelenjar penghasil sperma.

Warna biji dipengaruhi oleh gen, makanan dan kondisi kesehatan umum. Perubahan warna sperma dan sperma adalah hal yang alami, asalkan tidak disertai dengan gejala mengganggu lainnya.

Periksa segera apakah perubahan warna disertai dengan bau yang tidak menyenangkan, keluarnya cairan kekuningan, iritasi pada organ seksual atau nyeri saat buang air kecil. Ini mungkin mengindikasikan infeksi yang perlu diobati secara medis.

Baca Juga :