Contoh Kalimat Denotasi dan Konotasi Lengkap beserta Artinya

Contoh Kalimat Denotasi

kalimat Denotasi adalah kalimat sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Untuk mengetahui apa sebutan dan konotasi kalimat itu, di bawah ini contohsoal.co.id jelaskan penunjukan dari kalimat denotasi dan konotasi sebagai berikut.

Pengertian

Contoh Kalimat Denotasi
Contoh Kalimat Denotasi

Kalimat penunjukan adalah kalimat yang merujuk pada arti sebenarnya. Dengan kata lain, notasi tidak menyembunyikan makna spesifik atau memiliki makna lain, karena notasi memberikan apa yang sebenarnya ditulis dalam kalimat.

Dalam penggunaannya, kalimat majemuk sering digunakan dalam teks-teks ilmiah seperti jurnal, laporan ilmiah, laporan penelitian, dan lain-lain.

Ini karena kumpulan istilah tidak memiliki ambiguitas atau banyak interpretasi yang hanya muncul dalam kalimat konotasi.

Istilah itu adalah arti sebenarnya, sederhana dan merujuk langsung ke referensi atau frasa yang dimaksud.

Dalam kamus, istilah tersebut memiliki makna yang cocok dengan hasil pengamatan penglihatan, pendengaran, perasaan, pengalaman, atau penciuman.

Istilah kalimat demikian adalah kalimat yang terdiri dari beberapa kata yang mengandung makna nyata yang nyata dan obyektif dan yang mengkonfirmasi kebenaran.

Ciri-Ciri Kalimat Denotasi

Berikut ini adalah beberapa karakteristik penunjukan kalimat, yang terdiri dari:

  • Arti kata apa adanya
  • Arti kata menurut hasil observasi
  • Itu berarti menunjuk langsung ke referensi atau makanan dasar

Perbedaan konotasi dan penunjukan

Kata-kata yang memiliki makna denotatif digunakan secara tepat dalam karya ilmiah, sedangkan kata-kata yang memiliki makna konotatif secara alami digunakan dalam karya sastra: Arti denotatif adalah makna asli atau makna yang dimiliki oleh suatu leksem.

Makna denotatif sesuai dengan makna leksikal. Misalnya, kata “babi” mengacu pada hewan yang biasanya dikembangbiakkan dan diambil dagingnya. Sedangkan makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” ke makna denotatif.

Perhatikan contoh berikut:

  • Anton menjadi kambing hitam dalam kasus ini.
  • Anton membeli kambing hitam kemarin sore.
  • Kata “kambing hitam” dalam kalimat (a) tidak diartikan sebagai binatang (kambing) yang warnanya hitam. Karena dalam penafsiran ini, makna umum kalimat itu tidak logis atau tidak bisa dipahami. Arti kata “kambing hitam” dalam kalimat (a) adalah kecurigaan dalam kasus yang belum dieksekusi.

Arti “kambing hitam” dalam kalimat (a) disebut makna konotasi. Berbeda dengan teorema (a), “kambing hitam” dalam kalimat (b) memiliki arti binatang (kambing) yang warnanya hitam. Arti “domba hitam” dalam kalimat (b) disebut sebagai sebutan.

Singkatnya, makna konotasi dapat diartikan sebagai makna bahwa makna tersebut sebenarnya tidak terdiri dari kata atau frasa. Karena itu, makna konotasi sering disebut sebagai istilah Kias. Selain itu, makna konotasi dapat diterjemahkan sebagai makna yang diberikan kepada kata-kata atau frasa untuk perbandingan, sehingga apa yang dimaksud jelas dan menarik.

Sedangkan arti dari istilah itu adalah arti sebenarnya yang terkandung dalam kata tersebut. Atau arti dari istilah ini secara singkat ditafsirkan sebagai makna yang sebenarnya. Arti sebenarnya adalah makna dasar dari kata-kata dalam kamus (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Contoh kalimat Denotasi

  • Dika merasakan lidah pahit saat dia memakan kue saat berakar. (Lidah pahit adalah cara makanan yang buruk terasa karena penyakit)
  • Beras yang dibeli mengandung banyak kutu. (Kutu adalah serangga hitam kecil)
  • Permukaan kulit bayi teriritasi oleh luka bakar. (Air panas adalah air mendidih)
  • Doni dan teman-temannya mengikat pencuri dengan tangan dan kaki. (Saat mengikat tangan dan kaki, tangan dan kaki dipegang / diguncang dengan tali.)
  • Mawar dituangkan setiap pagi dan sore oleh saudara muda. (Mawar adalah bunga merah, berduri dan harum)
  • Anak-anak di rumah tenggelam saat memancing di waduk yang dibangun oleh penduduk. (Tenggelam adalah suatu kondisi yang terjadi di bawah air)
  • Topik utama hari ini adalah bahasa Indonesia. (Belajar adalah sesuatu yang dipelajari atau diajarkan)
  • Tangan Dika terbakar ketika mereka bermain dengan teman-teman mereka dengan api. (Bermain dengan api adalah kegiatan berbahaya yang dilakukan oleh anak-anak.)
  • Jihan menggulung tikar setelah Thanksgiving (menggulung tikar adalah kegiatan merapikan tikar yang digunakan)
  • Pak Tarmo memiliki banyak sapi perah. (Sapi perah adalah hewan yang dapat menghasilkan susu).

Konotasi kalimat

Konotasi artinya tidak benar dan implisit dan tidak secara langsung merujuk pada kalimat aktual atau lebih bersifat kiasan. Sering ditemukan dalam karya sastra seperti puisi. Teorema konotasi ini adalah kebalikan dari notasi. Dengan demikian, konotasi kalimat adalah kalimat yang mengandung nilai-nilai emosional (budaya) tertentu yang subyektif dan terkait dengan kata atau frasa.

Contoh Kalimat konotasi:

  • Tingkah lakunya yang menyimpang menjadi identik di desa tempat dia tinggal. (Per kata berarti berbicara)
  • Dhea memiliki tangan yang ramah kepada pemulung di desa kumuh. (Tangan ringan berarti membantu).
  • Saya dapat dengan mudah memahami materi bahasa Indonesia dari penjelasan Guru. (Memahami berarti memahami)
  • Bunga Desa sekarang menikah dengan seorang pria muda dari kota. (Bunga desa berarti wanita paling cantik di desa)
  • Anak yatim itu hidup hanya setelah rumahnya terbakar. (A kara hanya berarti)
  • Hera Atmaja adalah seorang gadis kutu buku di sekolahnya. (Kutu buku berarti membaca dan menjadi pintar)
  • Naiknya harga makanan tidak terdengar. (Mendengarkan berarti masalah atau tidak)
  • Banyak dealer di pasar Ambon yang gagal. (Kegagalan berarti kegagalan)
  • Bocah itu suka mengalahkan teman-temannya. (Mengikat domba berarti dihasut / difitnah)
  • Retha dapat bekerja di perusahaan karena orang dalam. (Orang dalam berarti orang atau kerabat resmi)

Baca Juga :