Manfaat Kunyit Untuk Ibu Menyusui

Kunyit

Kandungan kurkumin dalam kunyit ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, seperti menghilangkan nyeri otot setelah berolahraga dan mengelola hormon stres tubuh. Jadi, apakah kunyit untuk ibu yang menyusui juga membawa manfaat yang sama?

Manfaat Kunyit Untuk Ibu Menyusui

Di India, kunyit tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, tetapi juga dipercaya dapat memfasilitasi produksi ASI. Tidak hanya memfasilitasi pemberian ASI, beberapa manfaat lain yang bisa didapat ibu menyusui ketika mereka mengonsumsi kunyit, termasuk:

Kunyit
Kunyit

Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Menurut sebuah laporan tentang manfaat kunyit untuk kesehatan manusia, kandungan curcumin dalam kunyit telah terbukti mengurangi risiko peradangan pada tubuh.

Ini karena kunyit mengandung senyawa curcumin yang bersifat antijamur, antibakteri, dan antivirus. Ketiganya memiliki peran memperkuat sistem kekebalan tubuh agar ibu jauh dari virus dan bakteri selama menyusui. Dengan cara ini, anak juga akan jauh dari gangguan penyakit.

Pengurangan peradangan

Tidak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tetapi manfaat kunyit untuk ibu menyusui juga dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan payudara.

Dalam beberapa kasus, seorang ibu mungkin mengalami rasa sakit selama menyusui karena kelenjar susu yang tersumbat dan menyebabkan payudara membengkak.

Nah, ternyata krim kurkumin (salep) topikal dapat membantu mengatasi masalah ini.

Pada tahun 2014, sebuah penelitian dilakukan pada efektivitas krim curcumin untuk mengurangi peradangan pada pasien dengan mastitis laktasi.

Penelitian ini melibatkan 63 ibu menyusui yang dikotori dengan krim selama 3 hari setiap 8 jam.

Hasil penelitian tidak menunjukkan perbedaan drastis, tetapi mereka cukup meyakinkan. Setelah 72 jam, ibu menyusui melaporkan bahwa rasa sakit dan ketegangan pada payudara sedikit berkurang.

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa gejala mastitis menyusui pada wanita hamil berkurang, berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum menggunakan kunyit sebagai pengobatan alternatif.

Pertahankan berat badan

Ibu menyusui mungkin mengalami kesulitan mempertahankan berat badan karena nafsu makan yang besar untuk produksi ASI yang lancar. Agar berat badan mereka tetap stabil, tentu ada beberapa cara yang bisa dilakukan ibu menyusui.

Berolahraga untuk mengatur pola makan bisa menjadi cara. Namun, tahukah Anda bahwa kunyit sebenarnya bisa membantu Anda mengatasi masalah berat badan ini?

Menurut sebuah studi 2013, penggunaan kunyit sebagai pengobatan alternatif untuk obesitas telah terbukti cukup efektif. Ini karena kurkumin dalam kunyit dapat menekan peradangan yang menghambat perubahan jaringan adiposa (sel lemak).

Jika sel-sel lemak diproduksi secara berlebihan, tentu dapat menyebabkan lemak menumpuk di dalam tubuh (adipositas). Kondisi ini bisa memicu obesitas.

Ibu menyusui bisa mendapatkan manfaat ini dengan hanya mengonsumsi satu sendok teh bubuk kunyit untuk menjaga berat badan mereka yang sehat.

Mengatasi masalah pencernaan

Tidak jarang bagi ibu menyusui mengalami masalah pencernaan karena perubahan dari kehamilan menjadi menyusui. Ini karena tubuh beradaptasi lagi.

Biasanya, masalah konstipasi dan perut kembung sering menjadi masalah. Kunyit rupanya juga memiliki manfaat untuk meringankan masalah ibu menyusui dalam hal ini.

Diyakini bahwa kandungan serat dalam kunyit mengurangi gas dalam perut, yang merupakan penyebab perut kembung dan sembelit.

Membantu mencerahkan kulit

Setelah melahirkan dan menyusui, ibu cenderung mengalami berbagai masalah kulit. Opsi perawatan juga terbatas karena beberapa obat dapat memengaruhi produksi susu.

Biasanya, ibu menyusui yang memiliki masalah kulit harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan obat-obatan tertentu.

Nah, selain menggunakan obat oleh dokter, Anda juga bisa menggunakan kunyit sebagai cara lain untuk membantu Anda mengatasi masalah kulit. Kunyit sendiri memiliki manfaat untuk mencerahkan warna kulit.

Kunyit memiliki banyak manfaat bagi ibu menyusui. Namun, masih perlu bertanya kepada dokter Anda sebelum menggunakannya untuk mengetahui dosis yang aman.

Baca Juga :